Cara Backup & Restore Konfigurasi Mikrotik – Panduan Lengkap 2025
Cara Backup & Restore Konfigurasi Mikrotik – Panduan Lengkap 2025
Mikrotik merupakan router populer untuk rumah, kantor, dan lab TKJ. Salah satu praktik penting dalam mengelola Mikrotik adalah melakukan backup dan restore konfigurasi. Backup memungkinkan kita menyimpan semua pengaturan router, sehingga jika terjadi kesalahan konfigurasi, reset, atau kerusakan, kita dapat mengembalikannya dengan cepat. Artikel ini membahas secara lengkap langkah-langkah backup dan restore Mikrotik, baik menggunakan Winbox, WebFig, maupun CLI (terminal), serta tips aman untuk pemula hingga profesional.
1. Pentingnya Backup Konfigurasi Mikrotik
Backup konfigurasi Mikrotik sangat penting untuk beberapa alasan:
- Keamanan jaringan: Jika konfigurasi router berubah atau rusak, backup memungkinkan pemulihan cepat.
- Efisiensi waktu: Mengembalikan konfigurasi lama lebih cepat dibanding mengatur ulang dari awal.
- Praktik belajar: Dalam laboratorium TKJ, backup memungkinkan guru dan siswa mencoba berbagai konfigurasi tanpa risiko kehilangan pengaturan penting.
- Transfer konfigurasi: File backup dapat digunakan untuk router baru atau perangkat lain yang kompatibel.
Tanpa backup, kesalahan konfigurasi seperti salah NAT, DHCP, atau IP Address bisa menyebabkan jaringan mati dan memakan waktu untuk memperbaiki.
2. Cara Backup Konfigurasi Mikrotik
Backup bisa dilakukan melalui dua metode utama: Winbox/WebFig atau CLI.
2.1 Backup Menggunakan Winbox
- Login ke Mikrotik melalui Winbox.
- Pilih menu Files.
- Klik tombol Backup.
- Berikan nama file yang jelas, misalnya backup-lab-2025.
- Klik Backup. File akan muncul di daftar Files.
- Download file backup ke komputer atau simpan di cloud untuk keamanan tambahan.
Tips Praktis: Selalu beri nama file sesuai tanggal atau tujuan backup agar mudah diidentifikasi di masa mendatang.
2.2 Backup Menggunakan Terminal / CLI
Selain Winbox, backup juga bisa dilakukan melalui terminal, baik di Winbox atau SSH:
system backup save name=backup-lab-2025
File backup otomatis muncul di menu Files dan siap di-download.
3. Restore Konfigurasi Mikrotik
Restore konfigurasi Mikrotik adalah proses mengembalikan router ke pengaturan sebelumnya menggunakan file backup. Proses ini bisa melalui Winbox/WebFig atau terminal.
3.1 Restore Menggunakan Winbox
- Login ke Mikrotik menggunakan Winbox.
- Buka menu Files.
- Upload file backup jika belum ada di daftar.
- Pilih file backup → klik Restore.
- Router akan restart otomatis dan konfigurasi lama akan kembali.
3.2 Restore Menggunakan CLI / Terminal
system backup load name=backup-lab-2025
Router akan restart, dan semua pengaturan sebelumnya akan diterapkan kembali, termasuk IP, DHCP, NAT, Hotspot, VLAN, dan User Manager jika ada.
4. Tips Aman Backup & Restore
- Lakukan backup secara rutin sebelum melakukan perubahan konfigurasi.
- Simpan file backup di komputer, cloud, atau USB drive untuk mencegah kehilangan data.
- Gunakan nama file jelas dengan tanggal agar mudah diidentifikasi.
- Pastikan router tidak mati saat proses restore berlangsung.
- Jika menggunakan backup dari versi RouterOS berbeda, periksa kompatibilitas sebelum restore.
- Jangan menimpa file backup lama tanpa melakukan backup baru terlebih dahulu.
5. Troubleshooting Umum
✔ Restore Tidak Berhasil
- Pastikan file backup berasal dari versi RouterOS yang sama atau kompatibel.
- Upload file backup ke menu Files sebelum restore.
- Periksa koneksi jaringan saat restore jika menggunakan SSH atau Winbox jarak jauh.
✔ File Backup Hilang
- Cek menu Files di Mikrotik.
- Pastikan file disimpan dengan ekstensi .backup.
- Gunakan fitur download untuk menyimpan cadangan di komputer.
✔ Backup Tidak Bisa Digunakan di Router Lain
- Pastikan versi RouterOS sama atau kompatibel.
- Periksa apakah perangkat target mendukung fitur yang sama (misal VLAN atau Hotspot).
6. Kapan Harus Backup & Restore
- Sebelum melakukan reset Mikrotik → menghindari kehilangan konfigurasi.
- Sebelum upgrade RouterOS → untuk mengembalikan jika ada error setelah upgrade.
- Sebelum eksperimen konfigurasi baru → seperti Hotspot, VLAN, NAT kompleks.
- Jika router rusak atau crash → restore backup untuk memulihkan jaringan.
7. Artikel Lainnya
- Cara Login Mikrotik Menggunakan Winbox, WebFig, dan MAC Address
- Cara Reset Mikrotik dengan Aman (Button & Winbox)
- Cara Setting IP Address, Gateway, DNS, dan NAT di Mikrotik
- Cara Membuat Hotspot Mikrotik Keren
- Cara Membatasi Bandwidth Hotspot Mikrotik