Cara Setting User Manager Mikrotik (Berbasis Pengalaman Guru TKJ)
Cara Setting User Manager Mikrotik
User Manager merupakan fitur penting di Mikrotik yang berfungsi sebagai RADIUS Server untuk mengelola user hotspot, PPPoE, VPN, dan berbagai layanan lainnya. Dengan User Manager, admin jaringan bisa membuat voucher, mengatur masa aktif user, melihat history login, hingga melakukan limitasi bandwidth secara otomatis. Sebagai guru TKJ, saya sering menggunakan User Manager untuk praktik pembuatan voucher hotspot di laboratorium, terutama saat siswa mempelajari manajemen jaringan berbasis Mikrotik.
1. Apa Itu User Manager Mikrotik?
User Manager adalah aplikasi berbasis web yang berjalan di dalam router Mikrotik, berfungsi sebagai sistem autentikasi RADIUS. Dengan fitur ini, admin dapat mengelola banyak user dengan lebih terstruktur tanpa perlu mengatur satu-persatu melalui menu Hotspot Users.
User Manager sangat cocok digunakan untuk:
- Jaringan hotspot sekolah
- Voucher berbayar untuk warnet atau warung internet
- Manajemen user di kantor dan coworking space
- Sistem login hotel atau cafe
- Laboratorium TKJ untuk simulasi jaringan
Dari pengalaman mengajar, User Manager sangat memudahkan dalam pembuatan voucher massal. Siswa tidak perlu lagi membuat user satu-satu, cukup menggunakan fitur batch untuk menghasilkan ratusan voucher sekaligus.
2. Persiapan Sebelum Menggunakan User Manager
Sebelum memulai konfigurasi, pastikan beberapa hal berikut:
- Mikrotik sudah menggunakan RouterOS versi yang mendukung User Manager
- Hotspot sudah berjalan dengan baik
- Internet tersedia pada router
- Tanggal dan jam Mikrotik sudah benar (penting untuk masa aktif voucher)
Untuk memastikan versi User Manager tersedia, gunakan menu:
System → Packages
Jika paket User Manager belum ada, kamu perlu menginstal package tambahan sesuai versi RouterOS.
3. Mengaktifkan User Manager Mikrotik
Langkah-langkahnya:
- Buka Winbox dan login ke router.
- Buka menu IP → Services.
- Aktifkan layanan www atau www-ssl agar User Manager bisa diakses via browser.
- Catat port HTTP/HTTPS.
- Kemudian buka browser dan ketik:
http://IP-Router/userman
Jika berhasil, kamu akan melihat tampilan login user manager dengan username admin dan password kosong (default).
4. Setting Radius di Mikrotik
Agar User Manager dapat melakukan autentikasi user hotspot, router harus dikonfigurasi untuk menggunakan RADIUS.
Cara setting RADIUS:
- Buka menu Radius.
- Klik tanda +.
- Pilih Service: hotspot.
- Isi Address dengan IP router (biasanya 127.0.0.1).
- Masukkan Secret, bebas misalnya: 123456.
- Ceklis “Use Radius” pada menu hotspot server.
Jika konfigurasi benar, router akan mengirimkan permintaan autentikasi ke User Manager.
5. Membuat Customer di User Manager
Customer adalah akun utama yang akan digunakan untuk mengelola voucher atau user. Dalam praktik sekolah, saya biasa membuat satu customer untuk siswa dan satu customer untuk guru agar pengaturan lebih rapi.
Cara membuat customer:
- Masuk ke User Manager via browser.
- Pilih menu Customers.
- Klik Add New.
- Isi data customer:
- Name: admin-lab
- Username: admin
- Password: 12345
Setelah itu, customer akan muncul dan bisa digunakan untuk login dan membuat voucher.
6. Membuat Profile Limit (Speed/Lama Waktu)
Profile limit digunakan untuk mengatur kecepatan internet, masa aktif voucher, hingga autorenew. Profile inilah yang menentukan kualitas layanan user.
Cara membuat profile limit:
- Buka menu Profiles.
- Klik Add New.
- Set Name: voucher-2jam atau siswa-1M.
- Pilih Expiration:
- 2h untuk voucher 2 jam
- 1d untuk 1 hari
- Rate Limit: 1M/1M atau sesuai kebijakan sekolah.
Dari pengalaman mengajar, salah satu kesalahan siswa adalah lupa mengatur waktu masa aktif. Akibatnya voucher tidak habis setelah dipakai. Jadi pastikan Expiration diisi dengan benar.
7. Membuat User atau Voucher Hotspot
Cara membuat user manual:
- Pilih menu Users.
- Klik Add New.
- Isi Username dan Password.
- Pilih Profile Limit.
Membuat banyak voucher sekaligus:
- Buka menu Users.
- Klik Batch.
- Jumlah voucher: misal 50.
- Profile: pilih misalnya voucher-2jam.
- Klik Generate.
Hasil voucher bisa langsung dicetak untuk dibagikan kepada siswa atau pelanggan. Ini yang paling sering digunakan di laboratorium TKJ ketika praktik sistem billing hotspot.
8. Mengecek Log dan Monitoring User
User Manager menyediakan fitur laporan penggunaan internet, durasi, data RX/TX, hingga history login.
Buka menu:
- Sessions untuk melihat user yang sedang login
- Logs untuk melihat status autentikasi
- Statistics untuk melihat pemakaian data
Monitoring sangat penting terutama di sekolah. Sering kali saya menemukan voucher disalahgunakan dengan berbagi hotspot. Dari Sessions, saya bisa langsung memutus koneksi atau memblokir pengguna.
9. Permasalahan Umum dan Solusinya
✔ User selalu gagal login di hotspot
Radius Secret tidak sama antara router dan User Manager.
✔ Masa aktif voucher tidak berkurang
Tanggal dan jam Mikrotik salah → Sinkronkan dengan NTP.
✔ Voucher tidak bisa dibuat dalam jumlah banyak
Customer belum memiliki credit atau permission yang tepat.
✔ User Manager lambat diakses
Router terlalu banyak beban queue atau user login.
10. Kesimpulan
Setting User Manager Mikrotik memberikan banyak kemudahan dalam pengelolaan user hotspot, terutama untuk lingkungan sekolah, kampus, dan kantor. Mulai dari pembuatan user, voucher, pembatasan bandwidth, hingga monitoring, semua bisa dilakukan dalam satu interface web. Dengan memahami cara konfigurasi RADIUS, pembuatan customer, profile limit, dan batch voucher, admin jaringan bisa mengatur hotspot lebih profesional dan efisien. User Manager juga sangat ideal sebagai bahan praktik untuk siswa jurusan TKJ, karena mencakup konsep autentikasi, jaringan, hingga manajemen bandwidth.
Artikel Lanjutan
- Cara Membuat Login Page Hotspot Mikrotik
- Cara Membatasi Bandwidth Hotspot Mikrotik
- Cara Setting Hotspot Mikrotik dari Nol