Mengenal Apa Itu TLD Beserta Contohnya

Dalam hierarki DNS, Top Level Domain atau yang disingkat TLD adalah segala sesuatu yang mengikuti titik akhir dari nama domain. Misalnya, dalam nama domain 'google.com', '.com' adalah TLD. Beberapa TLD populer lainnya termasuk '.org', '.net', dan '.id'.

Mengenal Apa Itu TLD Beserta Contohnya
Mengenal Apa Itu TLD Beserta Contohnya

TLD memainkan peran penting dalam proses pencarian DNS. Untuk semua permintaan yang tidak di-cache, saat pengguna memasukkan nama domain seperti 'google.com' ke jendela browser mereka, resolver DNS memulai pencarian dengan berkomunikasi dengan server TLD. Dalam hal ini, TLD adalah '.com', sehingga resolver akan menghubungi server DNS TLD, yang kemudian akan memberikan alamat IP server asal Google kepada resolver.

Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) memiliki otoritas penuh atas semua TLD yang digunakan di Internet, dan mendelegasikan tanggung jawab TLD ini ke berbagai organisasi. Misalnya, perusahaan AS yang bernama VeriSign mengoperasikan semua TLD '.com' dan '.net'. Kalau di Indonesia perusahaan yang memegang TLD '.id' bernama PANDI.

Tujuan lain dari TLD adalah untuk membantu mengklasifikasikan dan mengkomunikasikan tujuan dari nama domain. Setiap TLD akan memberi tahu kita sesuatu tentang nama domain yang mendahuluinya; mari kita lihat beberapa contoh TLD dan fungsinya :
  • '.com' ditujukan untuk bisnis komersial.
  • '.net' ditujukan untuk jaringan.
  • '.org' ditujukan untuk organisasi atau perusahaan.
  • '.info' ditujukan untuk informasi.
  • '.tv' ditujukan untuk televisi.
  • '.biz' ditujukan untuk bisnis.
  • 'ac.id' ditujukan untuk lembaga pendidikan di Indoensia.
  • 'go.id' ditujukan untuk lembaga pemerintahan di Indonesia.
  • 'co.id' ditujukan untuk perusahaan komersial di Indonesia.
  • '.id' adalah untuk domain dari Indonesia.

TLD sendiri juga diklasifikasikan ke dalam salah satu dari beberapa kelompok.

Apa saja jenis-jenis TLD?

Generic TLD  : Generic TLD (gTLD) mencakup beberapa nama domain yang umum dan sering terlihat di web, seperti '.com', '.net', dan '.org'. Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) dulu sangat membatasi pembuatan gTLD baru, tetapi pada tahun 2010 pembatasan ini dilonggarkan. Sekarang ada ratusan gTLD yang kurang dikenal, seperti '.top' dan '.xyz'.

Country-code TLD : Country-code TLD (ccTLD) ditujukan untuk digunakan oleh negara. Beberapa contohnya adalah '.id' (Indonesia), '.au' (Australia), dan '.jp' (Jepang). Internet Assigned Numbers Authority (IANA), yang dijalankan oleh ICANN, bertanggung jawab memilih organisasi yang sesuai di setiap lokasi untuk mengelola ccTLD.

Sponsored TLDs : TLD ini biasanya mewakili komunitas profesional, etnis, atau geografis. Setiap TLD yang disponsori (sTLD) memiliki sponsor yang didelegasikan yang mewakili komunitas itu. Misalnya, '.app' adalah TLD yang ditujukan untuk komunitas pengembang, dan disponsori oleh Google. Demikian pula, '.gov' dimaksudkan untuk digunakan oleh pemerintah AS, dan disponsori oleh Administrasi Layanan Umum.

Infrastructural TLD : Kategori ini hanya berisi satu TLD: '.arpa'. Dinamakan untuk DARPA, organisasi penelitian militer AS yang membantu merintis Internet modern, '.arpa' adalah TLD pertama yang pernah dibuat dan sekarang dicadangkan untuk tugas infrastruktur, seperti memfasilitasi pencarian DNS terbalik.

Reserved TLD: Beberapa TLD ada dalam daftar yang dicadangkan, yang berarti TLD tidak dapat digunakan secara permanen. Misalnya, '.localhost' dicadangkan untuk lingkungan komputer lokal, dan '.example' dicadangkan untuk digunakan dalam contoh demonstrasi.

Apakah TLD Penting?

Sekarang ada begitu banyak opsi TLD yang tersedia sehingga pilihannya bisa sangat banyak bagi seseorang yang mencoba mendaftarkan nama domain baru. Selama bertahun-tahun '.com' dipandang sebagai satu-satunya pilihan untuk bisnis yang ingin dianggap serius. Tetapi para ahli memperkirakan bahwa ketika pasokan domain '.com' berkurang dan beberapa TLD yang lebih baru terus meningkat, kita akan melihat perubahan besar dalam persepsi TLD. Dengan perusahaan besar seperti Twitter dan Apple mulai mengadopsi TLD untuk produk mereka (masing-masing t.co dan itun.es), jadi mungkin lebih baik untuk membuat nama domain yang cerdas dan mudah diingat menggunakan TLD selain '.com', daripada bersikeras pada domain '.com'.
Baca Juga :
Guru, Desainer, Programmer

Posting Komentar